Keluhan Terhadap Pelayanan AIG

Artikel kali ini menggunakan Bahasa Indonesia karena gambar-gambar yang saya sertakan berisi teks dalam Bahasa Indonesia, jadi rasanya tidak cocok kalau saya menulis di sini menggunakan Bahasa Inggris. Nah yang mau saya ceritakan di sini adalah keluhan dan kekecewaan saya terhadap pelayanan AIG yang membuat saya menderita kerugian beberapa ratus ribu rupiah.

Pertama-tama, ceritanya di sini adalah saya ingin mendaftarkan diri di AIG demi mendapatkan polis asuransi. Asuransi ini nantinya akan digunakan untuk syarat pembuatan Visa studi ke Taiwan. Selain itu, Universitas yang saya daftar juga meminta asuransi kesehatan dan kecelakaan selama minimal 6 bulan pertama di Taiwan. Namun berhubung waktu pengurusan sangat mepet, saya memutuskan untuk meminta bantuan teman saya yang adalah agen asuransi. Saya bilang mepet adalah karena sebab berikut:

  • Jumat, 27 Des 2013: Saya menerima pengumuman diterima di Universitas di Taiwan
  • Pengurusan visa, menurut info yang saya dapat, memakan waktu rata-rata 3 minggu atau sekitar 15 hari kerja.
  • Mahasiswa baru diharuskan sudah check-in di universitas paling lambat tanggal 10 Feb 2014, maka saya harus berangkat paling lambat 9 Feb 2014, tapi tentunya saya tidak ingin mepet-mepet

Artinya saya hanya punya waktu sekitar 1 bulan, belum lagi dipotong libur-libur seperti tahun baru, Maulid Nabi (14 Jan 2014), dan tahun baru Imlek (31 Jan 2014). Kantor-kantor pengurusan visa Taiwan seperti Kemenkumham, Kemenlu, dan TETO (menurut informasi yang saya dapat dari Google) memiliki hari kerja Senin-Jumat. Belum lagi karena kantor-kantor tersebut letaknya di Jakarta dan saya domisili Malang, saya harus menggunakan agen pengurusan visa di sana. Lama pengiriman dokumen juga bisa mencapai 2-3 hari.

Berdasarkan perhitungan tersebut, saya memutuskan untuk cepat-cepat mengurus asuransi supaya bisa segera diurus untuk visa. Kronologisnya adalah sebagai berikut:

  • 30-31 Des 2013: Saya menghubungi teman saya yang (ternyata) temannya (lagi) adalah agen AIG. Dia bertindak sebagai penghubung/penengah/apalah untuk membantu saya daftar di AIG. Jadi saya tidak tatap muka langsung dengan agen AIG. Saat ini teman saya mengatakan, dan juga menunjukkan bukti berupa chatlog BBMnya dengan agen AIG, bahwa pembuatan polis makan waktu 3 hari. Saya langsung meng-iya-kan karena jika demikian, maka proses pengurusan visa akan sesuai dengan perhitungan saya.
  • Rabu, 1 Jan 2014: Libur tahun baru. Saya anggap AIG juga tidak bekerja. 3 hari kerja yang saya bayangkan adalah 2 Jan, 3 Jan, dan 6 Jan (Kamis, Jumat, dan Senin berturut-turut). Jika dihitung dengan lama pengiriman polis dari Jakarta, saya beri tenggat waktu 2-3 hari.
  • Kamis, 9 Jan 2014: Dokumen telah terkumpul dan siap saya kirim (tinggal tunggu asuransi). Agen pengurusan visa yang saya gunakan juga menyarankan agar tanggal 10 Jan sudah dia terima,maka saya buru-buru. Ternyata sorenya saya belum juga dikabari dan harus menanyakannya langsung ke agen AIG tersebut. Dia bilang Jumat (keesokan hari) baru bisa dia kirim ke Malang (berhubung agen ini kerjanya di Surabaya). Maka saya tunda dulu pengiriman dokumen visa ini.
  • Jumat, 10 Jan 2014: Saya tanyakan lagi kabar asuransinya di siang hari. Agen tsb mengatakan bahwa polis belum sampai di Surabaya. Katanya polis asuransi seharusnya tiba hari ini, dan jika sampai hari itu juga (Jumat) akan langsung dikirim menggunakan kurir pribadi ke Malang. Namun jika sampainya keesokan hari maka dia akan mengirim menggunakan TIKI ONS. Saya berpikir, wah sudah terlalu terlambat kalau saya kirim menunggu asuransi. Maka saya memutuskan akan kirim dokumen yang sudah siap duluan. Saya mengira jika seharusnya tiba hari ini di Surabaya, maka selambat-lambatnya esok hari (Sabtu) sudah diterima di Surabaya dan langsung dikirim ke Malang.
  • Sabtu, 11 Jan 2014: Saya mengirimkan dokumen untuk pengiriman visa saya yang sudah siap, melalui jasa RPX MDS. Saya pikir kalau hari ini asuransinya dikirim ke saya menggunakan TIKI ONS, seharusnya Senin sudah tiba.
  • Senin, 13 Jan 2014: Saya mendapat kabar bahwa polis sudah sampai di kantor AIG Surabaya dan akan dikirim hari ini ke Malang (Ternyata Sabtu kemarin belum dikirim toh?). Saya sudah agak terkejut mendengarnya, tapi saya iyakan saja. Hari ini juga saya mendapat kabar bahwa dokumen visa saya sudah sampai di agen pengurusan dan ternyata ada dokumen yang tertinggal, maka saya memutuskan untuk mengirimnya pada hari Rabu (karena hari ini sudah sore dan esok hari adalah hari libur) bersama polis asuransi yang harusnya sudah datang kalau menggunakan TIKI ONS.
  • Rabu, 15 Jan 2014: Saya ingin tahu kabar asuransinya maka saya tanyakan tracking number-nya pada agen yang bersangkutan, sekitar pukul 10 pagi. Agen tersebut menunda-nunda menjawab dengan alasan masih ada rapat. Hingga sore harinya sekitar pukul 5 saya tanya lagi dan ternyata katanya tadi pagi baru diambil petugas TIKI untuk dikirim. Niscaya saya meledak dan langsung ngomel-ngomel ke agen tersebut. BBM saya dibanjiri permintaan maaf.
  • Kamis, 16 Jan 2014: Saya mendapat kabar bahwa agen tersebut akan mengirimnya langsung ke saya (Lho katanya kemarin sudah diantar TIKI?). Dia mengaku sudah sampai di Malang dan 1 jam lagi sampai (saat itu menunjukkan pukul 12:20 siang). Saya tunggu, hingga sekitar pukul 15:00 tidak ada kabar, saya tanya lagi ternyata jawabnya dia masih mengantar polis ke klien lain. Sore harinya sekitar pukul 17:00 saya tanya lagi, katanya sudah dititipkan ke teman saya (yang sebagai penengah) karena tidak tahu jalan ke rumah saya. Akhirnya saya ambil sendiri polis tersebut di teman saya. Setelah saya lihat, tanggal tandatangan pimpinan di polis tersebut adalah tanggal hari ini (16 Jan 2014). Kalau kemarin memang “sudah akan dikirim” seharusnya tanggal tandatangannya kemarin dong?

Berikut adalah kumpulan screenshot dari chatlog saya:

collectionblur

AIG

Kesimpulan keterlambatan yg disebabkan oleh asuransi: 1-3 hari, dengan rincian,

  • Jika saya mengirim dokumen untuk diurus pada hari Kamis, 9 Jan 2014, seperti rencana awal, maka Jumat sudah diterima oleh agen pengurusan dan setidaknya bisa mulai dengan legalisir notaris. Selambat-lambatnya, Senin, 13 Jan 2014 sudah bisa dimulai pengurusannya.
  • Karena saya memutuskan untuk menunggu asuransi yang diundur-undur tersebut, maka saya malah mengirimnya hari Sabtu (11 Jan 2014), baru diterima oleh agen Senin sore, dan baru mulai dikerjakan Rabu (15 Jan 2014) karena Selasa (14 Jan 2014) libur.
  • Asuransi harus melalui legalisir notaris (1 hari), Kemenkumham (2-3 hari), Kemenlu (2-3 hari), dan TETO (5 hari) bersama dokumen-dokumen lainnya. Belum lagi pembuatan visa sendiri memakan waktu 5 hari dengan semua dokumen harus sudah terlegalisir.

Keterlambatan ini membuat pengurusan visa menjadi terundur-undur dan menambah resiko terlambat berangkat. Belum lagi jika pengurusan visanya sendiri menemui halangan. Selain itu, pengurusan visa terpaksa menggunakan jasa ekspress yang lebih mahal (beda sekitar Rp 500.000,-). Tambah lagi, tiket pesawat untuk ke Taiwan yang harusnya bisa dapat murah (4 Feb 2014, sekitar 1.7 juta rupiah), jadi tidak bisa didapatkan karena tidak keburu dengan visa. Penerbangan lain (tgl 5 Feb – 10 Feb) berkisar di 3-4 juta rupiah di AirAsia.

Saran saya lain kali untuk AIG, jika tidak bisa menepati janji tolong segera jawab dengan pasti dan jangan mengulur-ulur waktu untuk merespon. Seandainya sejak awal sudah dibilang waktu pengurusan polis adalah 1-2 minggu, mungkin saya tidak akan sampai memberikan keluhan. Kalau seperti ini malah terlihat sebagai penipuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *